Meniti Perjalanan di Tepian Sungai

Selasa, 19 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meniti Perjalanan di Tepian Sungai

Meniti Perjalanan di Tepian Sungai

Jika Tuhan diibaratkan sebagai sungai, maka hidup adalah perjalanan menuju tepian-Nya. Perjalanan ini bukan tanpa tantangan; ia penuh lika-liku, pahit dan manis, dan sering kali menuntut pengorbanan besar.

Kau harus menyibakkan semak belukar, menyingkirkan bebatuan, bahkan menciptakan jalan setapakmu sendiri di tengah rintangan kehidupan.

Di antara dirimu dan Sang Sumber kebenaran, ada jutaan interpretasi, simbol, dan pemahaman yang membentuk bias demi bias. Manusia dengan tingkat kesadaran yang berbeda-beda telah mengaburkan kebenaran dengan tafsiran mereka. Namun, perjalananmu adalah perjalanan pribadi—jalan setapak yang kau bangun tanpa keraguan, tanpa terikat simbol, tanpa perantara.

Menuju Tuhan yang Satu

Di sepanjang perjalanan, kau lepaskan belenggu benar dan salah, baik dan buruk. Dirimu menjadi bebas, hanya ada kau dan tujuanmu. Kau memahami bahwa Tuhan adalah Tuhan yang Satu bagi semua makhluk, tanpa sekat agama, tanpa syarat, tanpa wujud, tanpa batas ruang dan waktu.

BACA JUGA :  Masa Lalu yang Tak Bisa Diulang, Tapi Selalu Bisa Dikenang

Tuhan adalah singularitas, tempat semua dualitas bersatu. Seperti koin yang memiliki dua sisi, kau melihat keseimbangan dalam setiap pertentangan. Seperti bandul yang berhenti mengayun, kau menemukan harmoni di tengah kekacauan. Pemahaman ini adalah hasil dari perjalanan panjangmu menuju Sang Sumber.

Di Bibir Sungai Illahi

Setelah bertahun-tahun berjalan, kau tiba di tepian sungai itu. Di sana, kau memandang air yang tenang dan melihat bayangan dirimu sendiri. Kau telah mengenali Tuhan dan memahami ciptaan-Nya. Namun, meski kau merasa dekat dengan-Nya, kau menyadari ada sesuatu yang hilang.

BACA JUGA :  Kenali Mindset Anda Apakah Model Lama Atau Baru

Kesendirian mulai menyelimuti. Bertahun-tahun kau berjalan sendiri, dan di tepian ini, tiada siapa pun bersamamu. Apakah kesendirian ini adalah hadiah dari pencapaianmu? Perasaan sepi yang menusuk membuatmu merenung. Lalu datanglah rasa rindu yang tak tertahankan, dan air mata mulai mengalir.

Kerinduan dari Sang Sumber

Saat kau melihat ke dalam air sungai, kau melihat wajahmu sendiri. Namun, di balik pantulan itu, ada sesuatu yang lebih dalam. Rasa sepi dan rindu yang kau rasakan ternyata adalah pantulan rasa dari-Nya.

BACA JUGA :  Apa Itu Kulitvasi dan Bagaimana Cara Melatinya?

Dia-lah yang merindukanmu. Kerinduan ini bukan hanya milikmu, tetapi juga milik Sang Sumber. Tuhan merindukan makhluk-Nya seperti makhluk-Nya merindukan Dia.

Awal dari Suatu Akhir

Perjalananmu belum selesai. Tepian sungai ini hanyalah awal dari akhir. Kau telah memahami, dan kini kau siap untuk menguji pemahaman itu. Saatnya menyatu dengan aliran sungai, menjadi bagian dari kebenaran hakiki, dan merasakan harmoni sejati dengan-Nya.

Kerinduanmu pada-Nya adalah panggilan untuk kembali, bukan hanya mengenal, tetapi menyatu. Dan di sanalah, di kedalaman sungai Ilahi, kau akhirnya menemukan jawaban atas semua pertanyaan.

 

(IA)

Artikel Pilihan

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu
Eksistensi di Antara Dua Dunia
Mentalmu adalah Wadah Takdirmu
Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku
Mengenal Qi, Prana, Tenaga Dalam, Reiki, dan Telekinesis
Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Artikel Pilihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:07 WITA

Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:10 WITA

Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Eksistensi di Antara Dua Dunia

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WITA

Mentalmu adalah Wadah Takdirmu

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA