Mencari Ketenangan Hati dan Jiwa

Senin, 20 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Setiap orang di dunia ini pasti mengharapkan ketenangan hati dan ketenangan jiwa, namun belum tentu bisa mewujudkannya.

Ada banyak kasus menarik mengenai topik ini di antaranya, banyak orang yang sebenarnya tahu tetapi membuat aturan main sendiri

Banyak orang tahu caranya tetapi lebih memilih cara lain yang sebenarnya dia tahu bahwa itu bertentangan

Dan juga banyak orang yang tahu bagaimana menggapainya tetapi selalu mengulur waktu dan melakukan pembebasan atas kemauannya.

Itulah kita…Saya hanya memberikan renungan kembali, bukan menyalahkan siapa-siapa.

Ada banyak kebahagiaan yang telah kita nikmati selama hidup kita, tetapi ada juga banyak hal yang seharusnya kita nikmati dan syukuri tetapi kita malah melupakannya.

Kita hanya fokus pada apa yang belum kita raih, dan apa yang kita telah kita dapatkan kita lupakan begitu saja untuk mengejar kesenangan hidup selanjutnya.

BACA JUGA :  Pencarian Identitas Sejati

Bila kepuasan diri yang kita kejar, maka yakinlah ketenangan hati dan ketenangan jiwa akan sulit kita ciptakan dalam keseharian kita.

Kepuasan diri tidak salah jika kita kejar, tetapi rasa syukur atas apa yang telah kita raih harus ditanamkan juga dalam diri kita agar kita bisa tenang.

Batin yang gelisah selalu “mencari” kesana kemari untuk dapat berbahagia. Mencari titik titik identitasnya yang terserak di semesta.

Ia pergi ke puncak gunung untuk menemukan identitas pemandangan yang indah, padahal pemandangan hanyalah pemandangan.

Apakah identitasnya sama dengan pemandangan?

Ia pergi ke wahana wisata untuk menghadirkan berbagai kebahagiaan. Tapi batinnya tetap letih, sebab berbeda antara keinginan pikiran dan kebutuhan sang batin.

BACA JUGA :  Eksistensi di Antara Dua Dunia

Ia pun pergi ke luar negeri untuk menemukan identitas dirinya yang mungkin saja terserak di negeri Cina, Itali, Mesir, Spanyol atau Amerika.

Ia pun semakin jauh dari batinnya.

Ia puaskan dirinya untuk berbisnis mencari uang dan uang, dan semakin banyak uang terkumpul, semakin sulit pula identitas batin bersua dengannya.

Oh batin, dimanakah identitasmu?

… Dan identitasnya pun semakin tak jelas walaupun pikirannya sudah mereka-reka…

#Siapa saya?

#Untuk apa saya hidup?

#Siapa Tuhan saya?

#Mau kemana saya?

Kalaulah itu semua sudah terjawab lalu “kenapa saya mudah gelisah, mudah khawatir, dan mudah tersinggung?”

Kenapa aku ini ada? Inilah pertanyaan dasar yang harus aku temukan jawabannya. Kalau aku tak mampu menjawab pertanyaan ini maka kegundahan selalu bersamaku.

Tak mungkin aku ini ada karena kebetulan atau ketidaksengajaan. Sebab kalau aku ini ada karena kebetulan maka dunia ini adalah hasil kumpulan kebetulan. Dan itu mustahil.

BACA JUGA :  Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Bila dunia adalah kumpulan kebetulan, niscaya terjadi ketidakseimbangan yang besar. Niscaya sejak dahulu dunia sudah hancur.

Artinya, aku ada karena sudah direncanakan, by design, not by accident.

Ada yang merencanakan agar aku ada di dunia ini. Ada yang mengadakanku, ada yang menciptakanku.

Aku pun mulai sadar, bahwa gundah hadir karena aku menjauh dari rencana yang mengadakanku, Sang Penciptaku. Karena aku adalah CIPTAAN, dan bukan PENCIPTA.

Artikel Pilihan

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu
Eksistensi di Antara Dua Dunia
Mentalmu adalah Wadah Takdirmu
Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku
Mengenal Qi, Prana, Tenaga Dalam, Reiki, dan Telekinesis
Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Artikel Pilihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:07 WITA

Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:10 WITA

Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Eksistensi di Antara Dua Dunia

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WITA

Mentalmu adalah Wadah Takdirmu

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA