Esensi dan Analogi dari Segelas Es Teh Manis

Minggu, 21 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Bayangkan segelas es teh manis. Ada es, ada teh, ada air, dan ada gula.

Misalkan esensi dari segelas es teh manis adalah gula, maka bayangkan hilangkan es-nya dari es teh manis itu.

Kemudian hilangkan teh-nya. Dan terakhir hilangkan air-nya. Yang tersisa terakhir adalah esensi dari es teh manis itu, yaitu gula-nya saja.

Ekstrak gula dari satu gelas es teh manis paling tidak hanya satu sendok kecil gula pasir. Tidak lebih.

Sekarang masukkan satu sendok gula itu ke dalam mulutmu. Bagaimana rasanya?
Sangat manis, bukan?

Di atas adalah analogi bagaimana sesungguhnya setiap kondisi atau setiap kejadian bila dicermati esensinya, akan sangat pekat dan sarat akan rasa yang mendasari kondisi itu sendiri. Yang membuatnya hambar atau biasa saja adalah atribut-nya.

Es, teh, air adalah atribut yang bercampur bersama gula, menjadikan sesendok gula itu menjadi tidak manis, biasa saja dan tidak istimewa.

BACA JUGA :  Hipnosis Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kejadian apa pun di dalam hidupmu yang tampak biasa saja, tidak istimewa karena berulang setiap hari, sesungguhnya mengandung esensi yang sangat istimewa.

Ambillah contoh nafasmu. Setiap hari kau bernafas dan sudah sangat terbiasa dengannya. Biasa saja. Tidak istimewa, Semua orang melakukannya. Akan tetapi, cobalah duduk diam, pejamkan matamu.

Rasakanlah bagaimana udara masuk melalui hidung saat kau menghirupnya. Terasa menggelitik ujung hidungmu, masuk ke dalam, terasa udara bergerak masuk ke tenggorokan terus hingga ke paru-paru. Dada mengembang terisi udara. Lalu hembuskan… terasa lega…

Apa yang baru saja kau lakukan itu adalah penghayatan akan suatu peristiwa yang sangat sederhana. Dan hanya dengan begitu kau akan menghargai nafasmu. Dan kau mampu bersyukur atas perisitwa sesederhana nafas itu sebagai peristiwa paling istimewa.

Setiap kejadian dalam hidupmu jika dihayati kau akan merasakan esensinya. Dan hanya dengan merasakan yang esensial kau akan mampu menghargai dan menyukurinya.

BACA JUGA :  Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Latihlah melakukannya.

Kau akan sadari betapa hidupmu adalah sebuah nikmat. Dan hidupmu dipenuhi keajaiban yang tiada henti.

Arti dari semua ini yakni bagi mereka yang sudah mulai mampu melihat esensi dari setiap peristiwa yang dialaminya, hanya hikmah yang ia lihat. Akan selalu ada makna atau hikmah di dalam esensi setiap peristiwa, kejadian, kondisi yang dihadapi atau dialami setiap manusia.

Mereka itu tidak lagi memandang dan menghakimi kejadian apa pun sebagai kejadian baik maupun buruk, namun serangkaian kejadian yang saling terhubung. Karena hikmah adalah kisah bersambung.

Ya, esensi dan hikmah adalah cerita bersambung. Tidak ada hikmah yang tidak mendatangkan kejadian selanjutnya.

BACA JUGA :  Pencapaian Tingkat Kesadaran Spiritual yang Lebih Tinggi

Seperti analogi gula sebagai esensi es teh manis, jika kita memahami gula itu maka gula tidak hanya dapat memberi rasa manis pada teh, tetapi juga fleksibel pada semua jenis minuman dan masakan lainnya yang tak berhingga kemungkinannya.

Jika memahami yang esensial, maka tiada kejadian buruk bagimu, walaupun orang lain menilainya sebagai kejadian buruk.

Dan karena di setiap kejadian adalah hikmah, maka tiada kejadian yang tidak kau syukuri, walaupun kebanyakan orang lain sering menyesali kejadian yang menimpa mereka.

Dengan syukur yang tak putus di setiap kejadian, banyak rangkaian kejadian yang datang kemudian yang berupa jawaban, dan pertolongan untukmu.

Hanya dirimu yang mampu melihatnya begitu. Karena kau memahami yang esensial.

Lalu apa yang terjadi kemudian?
Silakan dialami sendiri keajaiban syukur.

Artikel Pilihan

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu
Eksistensi di Antara Dua Dunia
Mentalmu adalah Wadah Takdirmu
Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku
Mengenal Qi, Prana, Tenaga Dalam, Reiki, dan Telekinesis
Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Artikel Pilihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:07 WITA

Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:10 WITA

Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Eksistensi di Antara Dua Dunia

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WITA

Mentalmu adalah Wadah Takdirmu

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA