Buang Sampah Emosimu Pada Tempatnya

Rabu, 1 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sampah Pikiran

Ilustrasi Sampah Pikiran

Di zaman modern ini, buang sampah saja ada aturannya. Ada tempat sampah khusus untuk sampah organic dan ada tempat sampah khusus untuk sampah anorganic seperti plastik, kaleng, dan lain-lain.

Lalu bagaimana untuk membuang sampah batin, energi negatif, dan residu energi yang membebani sistem psikis kita?

Karena sistem psikis kita ini juga ada kemiripan dengan sistem komputer. Jika terlalu banyak file sampah, maka kinerjanya bisa lemot.

Bukankah smartphone anda, beda kinerjanya antara ketika masih baru beli dan sudah dipakai. Awalnya bagus tapi lama kelamaan makin lambat. Dan baru lancar kembali ketika sudah dilakukan cleaning.

Demikian juga dengan sistem psikis kita, saat masih kanak-kanak yang suci murni tanpa dosa. Semuanya terasa happy dan lancar jaya.

Tetapi anehnya, semakin kita dewasa. Kok hidup ini terasa makin kompleks dan ruwet. Bahkan tidak jarang, aliran rejeki juga suka mandet datangnya.

Itulah tanda-tanda bahwa di dalam sistem psikis kita file sampahnya sudah menumpuk. Dan harus segera dibersihkan, mumpung belum Hang. Caranya…?

BACA JUGA :  Bangkitkan Kekuatan “Jonimu” dengan Hipnosis dan NLP

Cara yang normal dan standard adalah dengan :

  1. Memperbanyak berbuat kebajikan.
  2. Suka sedekah atau berbagi pada orang lain.
  3. Memperbanyak memohon ampunan pada Tuhan.
  4. Dan melakukan berbagai tekhnik psikoterapi, Quantum Healing, atau tekhnik ala spiritual dan religius untuk membersihkan sampah tersebut.

Namun, adakalanya. Semua langkah di atas itu baru menyentuh permukaannya saja dari gunung sampah yang ada di sistem psikis kita. Sedangkan beberapa jenis sampah tertentu, sulit sekali dibersihkan dan lengket banget. Sangat sulit dilepaskan.

Saat sistem psikis terjadi kondisi Stuck seperti itu, maka berjalanlah mode darurat untuk membersihkah sampah itu hingga ke akarnya. Yaitu melalui, Sakit, Musibah dan Masalah

Disatu sisi, sakit musibah dan masalah. Merupakan efek dari tumpukan sampah yang belum dibersihkan.

Tapi disisi lainnya, penderitaan hidup itu juga merupakan sarana untuk membersihkan sampah batin hingga ke akar-akarnya.

BACA JUGA :  Berhentilah Jalani Hidup dengan Pola Emosi Negatif yang Sama

Misalnya dengan bersabar, mengurangi mengeluh, memperbanyak bersyukur, dan lain-lain.

Lalu Bagaimana Cara Membuang Sampah Emosimu Pada Tempatnya?

Perlu diingat, jika kamu tidak mau jadi tempat pembuangan sampah energi negatif orang lain di dalam mekanisme alam semesta ini.

Maka, marilah belajar jadi orang baik dan memperbanyak berbuat kebajikan.

Berbeda dengan Orang yang sudah secara sadar memilih profesi sebagai penjahat, penipu, dan lain-lain. Serta suka melakukan kezaliman.

Mereka Itu secara otomatis sudah ikhlas jadi tempat sampah bagi energi negatif orang lain. Suka atau tidak suka, mau atau terpaksa, memang begitulah adanya.

Ini mekanisme alam, sudah merupakan suatu sunnatullah dari Tuhan. Kita tinggal pakai saja, kalau mau…

Inilah hakikat yang dimaksud dengan dibakar oleh api neraka itu. Makanya, banyak penjahat yang sulit tobat. Karena memang sudah gosong hati mereka. Terbakar oleh uap neraka yang ada di dada. Akibat overload dalam menerima transferan energi negatif milik orang lain yang sudah mereka zalimi.

BACA JUGA :  Pikiran Mengubah Materi

Maka, Berikan Sampah Emosimu Pada Yang Berhak Menerima. Dan jangan sampai salah sasaran apalagi sampai mencelakai diri anda sendiri dan keluarga yang sangat anda kasihi.

Contoh :

Jika kamu ditipu, maka kamu sudah menemukan orang yang sukarela jadi tempat penampungan bagi sampah-sampah energi kamu.

Termasuk jatah sial, jatah gagal, ketidakberuntungan, dan lain-lain. Langsung saja niatkan untuk kamu sedekahkan semuanya padanya.

Pokoknya semua yang jelek-jelek kamu transfer ke dia semua dah, sampai kamu merasa malah plong dan happy.

Soal, apakah si penipu tadi jadi celaka, atau jadi gimana. Kamu tak perlu pikirkan itu, abaikan saja soal itu. Tugas kamu kembali fokus kepada diri sendiri.

Soal si penipu dapat celaka, sial, apes dan lain-lain itu bukan urusan kamu lagi, tapi itu adalah urusan-Nya. Jadi buat apa dipikir. Yang penting adalah kamu makin bahagia, setelah membuang sampah pada tempatnya, hehehe.

Artikel Pilihan

Mengaktifkan Potensi Internal: Melampaui Mitos Kelenjar Pineal
Mengendalikan Pikiran Negatif dengan Benar
Cara Melawan Malas dengan Teknik NLP dan Hypnosis Motivasi
Hypnosis Tingkatkan Percaya Diri Secara Efektif dan Aman
Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik
Pola Pikir yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang
Hipnosis Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bangkitkan Kekuatan “Jonimu” dengan Hipnosis dan NLP

Artikel Pilihan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:46 WITA

Mengaktifkan Potensi Internal: Melampaui Mitos Kelenjar Pineal

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:22 WITA

Mengendalikan Pikiran Negatif dengan Benar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:19 WITA

Cara Melawan Malas dengan Teknik NLP dan Hypnosis Motivasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:03 WITA

Hypnosis Tingkatkan Percaya Diri Secara Efektif dan Aman

Senin, 20 April 2026 - 15:46 WITA

Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA