Motivasi

Berhentilah Menjadi : “Sudah Seperti Inilah Saya”

Icky
×

Berhentilah Menjadi : “Sudah Seperti Inilah Saya”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sifat Malas yang Mengakar
Ilustrasi Sifat Malas yang Mengakar

Seringkali kita mendengar ada yang berkata: “sudah seperti inilah saya”, “beginilah gayaku”, “sifatku ya seperti ini”, “kalau saya melakukan yang diminta, kayak bukan saya”.

Semua pernyataan di atas menunjukkan tentang siapa diri kita. Diri kita yang memiliki sifat dan karakter yang khas ala diri kita. Sehingga ketika melakukan di luar kebiasaan gaya kita, maka seolah itu bukan diri kita. Inilah ciri khas diri kita selama bertahun-tahun.

Namun tahukah Anda, diri yang kita sebut sebagai “inilah saya” tidaklah terbentuk begitu saja saat kita lahir ke dunia?

Jika seseorang merasakan sakit kepala, pada dasarnya ia menyadari perubahan fisiologis di lingkungan batinnya (ia merasakan sakit).

Hal berikutnya yang secara otomatis ia lakukan adalah mencari sesuatu di dunia luar dirinya (dalam hal ini, aspirin) untuk membuat perubahan di dunia batinnya.

Kita dapat mengatakan bahwa keadaan internalnya (sedang kesakitan) yang mendorong dirinya untuk memikirkan beberapa pilihan masa lalu yang ia buat, tindakan yang ia ambil atau pengalaman yang ia miliki dalam realitas eksternalnya yang mengubah perasaannya (mengkonsumsi aspirin dan mendapatkan bantuan).

BACA JUGA :  Sesuatu yang Dilakukan Secara Berulang Itulah Diri Kita

Jadi, stimulus, atau isyarat, dari lingkungan ekternal, yang disebut aspirin, menciptakan pengalaman khusus. Ketika pengalaman itu menghasilkan respons fisiologis atau penghargaan, itu mengubah lingkungan internalnya.

Saat kita melihat perubahan di lingkungan batin kita, kita memperhatikan apa yang ada di lingkungan eksternal yang menyebabkan perubahan itu.

Peristiwa itu di mana sesuatu di luar diri kita mengubah sesuatu di dalam diri kita disebut memori asosiatif.

Pola ini ketika berlangsung berulang kali, ditambah dengan makna yang kita senantiasa berikan atas setiap hal yang kita alami, maka membuat otak kita menyala pada setiap sirkuit saraf yang selalu sama.

Memikirkan pikiran yang sama membuat kita membuat pilihan yang sama. Membuat pilihan yang sama mengarah pada menunjukkan perilaku yang sama. Mendemonstrasikan perilaku yang sama membawa kita untuk menciptakan pengalaman yang sama.

BACA JUGA :  Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Menciptakan pengalaman yang sama membuat kita menghasilkan emosi yang sama . Dan emosi yang sama itu kemudian mendorong pikiran yang sama. Dan karena kita selalu merasakan hal yang sama setiap hari, maka perasaan akrab ini akan selalu membuat kita nyaman dan berperilaku otomatis.

Pribadi kita terdiri dari bagaimana kita berpikir, bagaimana kita bertindak, dan bagaimana perasaan kita. Inilah yang disebut sebagai kepribadian kita; karakter atau kebiasaan yang telah terbentuk pada diri kita; biasa disebut sebagai “gue banget”.

Kita telah menciptakan aktivitas otak yang sama, yang mengaktifkan sirkuit otak yang sama dan mereproduksi kimia otak yang sama, yang mempengaruhi kimia tubuh kita dengan cara yang sama.

Dan kimia yang sama itu memberi sinyal pada gen yang sama dengan cara yang sama. Jadi bisa dibayangkan jika kepribadian seseorang yang telah terbentuk selama puluhan tahun ternyata adalah kepribadian yang selalu dipenuhi oleh stres kronis yang berkesinambungan, maka selama puluhan tahun pula, ia selalu memberikan sinyal destruktif dan negatif kepada sel tubuhnya.

BACA JUGA :  Hindari Lima Waktu Ini Ketika Ingin Memarahi Anak

Inilah yang akhirnya membuat dirinya menjadi berpenyakitan ketika telah memasuki usia paruh baya hingga usia lansia.

Dan solusi paling efektif dari mengatasi hal ini adalah dengan cara berhenti menjadi diri sendiri. Berhentilah hidup dengan model kepribadian yang lama; model kepribadian yang destruktif.

Itu berarti bahwa kita harus secara sadar untuk mulai memikirkan hal baru yang konstruktif, memaknai setiap hal secara baru dan konstruktif, agar kemudian melahirkan sikap yang berbeda yang mendorong pada pilihan yang berbeda, yang menunjukkan perilaku yang berbeda, pengalaman yang berbeda, dan perasaan yang berbeda.

Perasaan baru yang konstruktif ini akhirnya akan menjadi sinyal baru pada gen kita, dan membuat kita menjadi lebih awet muda dan bugar.

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10 mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai hitungan, tetapi selalu punya maksud yang lebih besar. Lewat moitvasi spiritual ini, kita diajak percaya bahwa Terkadang Tuhan Beri Jalan 6×2+10-2-11+1=10 untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Motivasi

Kekuatan sugesti mengingatkan kita bahwa setiap ucapan punya dampak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita sadar bahwa kata kata adalah energi, kita pun lebih waspada dengan ucapanmu dan memahami bahwa ucapanmu adalah doa.

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik
Motivasi

Di artikel ini, Anda akan menemukan cara mengatasi baper yang sederhana dan mudah diterapkan agar tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil. Yuk, pahami langkah-langkah praktis untuk Hindari Baper dan menjaga hati tetap lebih tenang setiap hari.