Pencerahan

Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Icky
×

Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Belajarlah untuk Tidak Mengeluh
Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Penelitian otak menunjukkan bahwa salah satu yang membuat otak cepat rusak adalah mengeluh.

Menurut KBBI, mengeluh adalah menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya).

Mengeluh merupakan reaksi negatif yang dikeluarkan seseorang karena merasa masalah yang dihadapi tidak sesuai dengan keinginan, menghadapi permasalahan yang sulit, ingin meluapkan rasa marah, bahkan karena ingin mengharapkan simpati atau mendapat pengakuan dari orang lain.

Mengeluh membuat otak cepat rusak karena kerja otak hanya di seputaran keluhan. Sedangkan otak bisa menjadi lebih baik ketika digunakan untuk berpikir secara progresif, menganalisa, dan memecahkan masalah.

Sedangkan keluhan cenderung lahir dari  ketidakmampuan menerima keadaan diri, tidak mampu menerima keadaan hidup, tidak bisa menerima orang lain, cenderung pesimis, dan tidak mau menggunakan kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah.

BACA JUGA :  Pola Pikir Pasien Optimis dan Pesimis

Inilah yang akhirnya membuat otak stagnan dalam bekerja dan hanya menghasilkan hormon stres.

Karena siklus berpikir dan merasa pada orang yang mengeluh adalah siklus negatif dan destruktif, maka perasaan yang dominan hadir adalah perasaan cemas, takut, dan merasa tak berdaya.

Alih-alih memecahkan masalah, orang yang suka mengeluh justru tidak berupaya menyelesaikan masalah yang dikeluhkannya. Maka menjadi wajar jika seluruh sel tubuhnya menjadi cepat rusak.

Inilah yang menyebabkan ada begitu banyak orang yang mengeluhkan akan ketakutannya terhadap penyakit tertentu, malah akhirnya menderita penyakit itu.

BACA JUGA :  Sugesti Agar Selalu Semangat

Pikirannya cenderung merasa takut dan cemas akan suatu penyakit, namun justru karena seperti itu perasaannya, maka perasaan inilah yang membuat tubuhnya menderita penyakit itu.

Kepikunan di usia lansia sering terjadi karena otak yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Otaknya tidak lagi bekerja dalam menganalisa dan memecahkan masalah, tapi stagnan karena dipenuhi berbagai keluhan.

Bahkan pada usia tertentu bisa membuat pikirannya melayang sendiri ke dalam berbagai khayalan. Biasanya ini terjadi karena berbagai perasaan terpendam di bawah sadar mengambil alih kesadaran dirinya.

Kita mungkin mengalami suatu gejala penyakit tertentu atau mungkin menderita suatu penyakit, akan tetapi hadapilah semua itu dengan perasaan optimis, bukan dengan keluhan.

BACA JUGA :  Kebiasaan Pesimis

Karena keluhan justru membuat sesuatu yang awalnya hanya gejala menjadi sakit betulan. Dan membuat yang telah sakit menjadi lebih parah.

Tubuh kita boleh menua, tetapi jiwa kita tidak akan pernah mengalami penuaan sebagaimana tubuh. Dan jiwa adalah pengendali tubuh.

Maka sudah semestinya kesadaran kita bersifat positif dan konstruktif agar tubuh kita mengikuti ritme kesadaran kita yang dipenuhi rasa syukur dan optimis.

Ingat,  jika mengeluh sudah menjadi tabiat atau hobi kita ubahlah menjadi pola syukur itu kauh lebih baik.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Seorang wanita tua duduk bersila di atas bebatuan di dekat reruntuhan kuno, bermandikan sinar matahari yang dramatis menembus awan badai, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat, memeluk kenyamanan dan pencerahan yang tenang.
Pencerahan

Banyak orang membayangkan pencerahan sebagai kondisi yang tenang, damai, dan penuh kebahagiaan. Padahal dalam banyak perjalanan hidup, pencerahan justru lahir dari masa-masa paling sulit. Kehilangan, kegagalan, kesendirian, dan penderitaan sering kali menjadi pintu masuk menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri.

Tampilan jam abstrak yang melengkung dengan angka dan jarum hitam dengan latar belakang kekuningan meliuk-liuk dalam pola spiral, membangkitkan rasa waktu yang terdistorsi dan mengeksplorasi sifat kesadaran yang berubah-ubah ketika angka-angka tersebut meliuk-liuk ke arah yang tidak biasa.
Pencerahan

Kenali tanda-tanda kesadaran diri yang mulai tumbuh dan bagaimana hal itu dapat memperkuat pengembangan diri Anda. Dalam psikologi, perubahan kecil pada cara Anda merespons emosi, kritik, dan kebiasaan sehari-hari bisa menjadi petunjuk besar bahwa Anda semakin mengenal diri sendiri.